REGISTRASI KARTU PRABAYAR GAGAL HARUS BAGAIMANA

REGITRASI KARTU SELULER TELEPHON GENGGAM

SUDAH TERBUKTI –  Akhir bulan Februari kemarin, kita mendapatkan pesan singkat dari kominfo untuk registrasi ulang nomor prabayar telepon seluler (ponsel) kita, hanya saja REGISTRASI KARTU PRABAYAR GAGAL HARUS BAGAIMANA . Program yang dimulai sejak 31 Oktober 2017 telah berakhir pada Rabu (28/2).  Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 14 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi masih bermunculan.  Namun permasalahan yang dialami para pengguna kartu pra-bayar sepertinya sama yaitu REGISTRASI KARTU PRABAYAR GAGAL HARUS BAGAIMANA , registrasi gagal meskipun sudah memakai nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga  (KK) yang sesuai.  Akibatnya masyarkat tumpah ruah mendatangi dinas kependudukan dan catatan sipil, serta kantor layanan operator kartu seluler.

REGITRASI KARTU SELULER TELEPHON GENGGAM
REGITRASI KARTU SELULER TELEPHON GENGGAM

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) membenarkan banyak aduan konsumen kepada YLKI perihal registrasi nomor prabayar ponsel. Sebagian sudah berhasil melakukan, tetapi masih ada pesan dari operator ponsel yang menyebutkan yang bersangkutan belum registrasi atau REGISTRASI KARTU PRABAYAR GAGAL HARUS BAGAIMANA yang membuat masyarakat tambah bingung.  Menurut YLKI  permasalahan registrasi ulang nomor prabayar ponsel tak dapat dilepaskan dari rasa was-was konsumen pemakai kartu seluler terkait dengan jaminan keamanan data pribadi mereka, yaitu KK dan NIK.

“Terlebih, saya lihat Kemenkominfo belum memberikan penjelasan yang memuaskan terkait permasalahan ini. Begitu pun halnya dengan operator. Sebenarnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga harus berbicara soal ini karena mengenai data penduduk itu berurusan dengan Kemendagri,” kata Ketua Pengurus YLKI Tulus Abadi.

Lantas apa yang harus kita lakukan jika REGISTRASI KARTU PRABAYAR GAGAL HARUS BAGAIMANA ?

1. KIRIM DATA SEBANYAK 5 KALI

Ada langkah yang bisa dicoba. Salah satunya adalah Ulang 5 kali.  Cara ini bisa Anda lakukan adalah mengulang 5 kali mengirim data ke SMS. Jika pengguna telah mengulang sebanyak 5 kali, namun tetap gagal, biasanya akan muncul pesan berisi tindakan yang mesti dilakukan. Pesan yang muncul pun beragam, kartu Anda bisa disebutkan telah aktif tetapi tetap harus mengulangi proses pengiriman data. Jika ternyata masih saja REGISTRASI KARTU PRABAYAR GAGAL HARUS BAGAIMANA ?

2. DATANG KE GERAI OPERATOR SELULER ANDA

Jika ternyata anda sudah 6 Kali SMS, namun masih saja REGISTRASI KARTU PRABAYAR GAGAL HARUS BAGAIMANA ?  Jangan kawatir anda tidak sendirian, banyak yang mengalaminya.  Anda bisa ke gerai operator kartu seluler anda untuk mengisi surat pernyataan bahwa sudah berulang kali mengirim data melalui sms (sudah pakai NIK dan KK yang benar) tetapi masih gagal.  Jika sebelumnya pengguna mengalami kegagalan saat mendaftarkan diri, maka di gerai akan diminta untuk mengisi formulir dan surat pernyataan tertentu. Khusus pengguna Telkomsel, jika gagal melakukan daftar ulang maka bisa meminta bantuan melalui call center tanpa harus datang ke GraPari. “Jika gagal mendaftar padahal NIK dan Nomor KK sudah benar, pengguna bisa terus mengulang pendaftaran dari SMS sampai berhasil Atau mendaftarkan diri melalui situs pendaftaran Telkomsel, atau bisa menghubungi call centre,” terang Head of Media Relation Telkomsel, Aldin Hasyim

Mulai 31 Oktober 2017, Kemenkominfo memulai kebijakan registrasi ulang nomor prabayar ponsel. Tujuan kebijakan ini dalam rangka memberi perlindungan terhadap konsumen, terkait penyalahgunaan nomor ponsel oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, seperti upaya penipuan dan hoaks.

Tujuan lain berkaitan dengan program Identitas Tunggal Nasional (National Single Identity). Dalam program ini, sistem operator ponsel terhubung dengan basis data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Semua ini tertuang dalam Permenkominfo Nomor 14 Tahun 2017.

Blokir bertahap

Direktur Jenderal Penyelengaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ahmad M Ramli menjelaskan, sampai Selasa (28/2) pukul 12.00 WIB, tercatat 305 juta pelanggan yang sudah melakukan registrasi ulang nomor prabayar ponsel.

“Kami dari Kementerian Komunikasi dan Informatika beserta seluruh operator mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang sudah melakukan registrasi ulang,” ujar Ramli dalam konferensi pers di gedung Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

Bagi pelanggan yang belum melakukan registrasi dalam kurun waktu 31 Oktober 2017-28 Februari 2018, maka terhitung mulai Kamis (1/3), kartu prabayar ponsel mereka akan diblokir. Pelanggan tidak dapat melakukan panggilan telepon ataupun mengirimkan SMS. Akan tetapi, pelanggan masih bisa menerima panggilan telepon dan SMS serta menggunakan layanan data internet.

Apabila sampai 31 Maret 2018 tak kunjung melakukan registrasi, pelanggan per 1 April 2018, tidak bisa lagi mengirim ataupun menerima panggilan telepon dan SMS. Kemudian, jika sampai 30 April pelanggan masih belum melakukan registrasi, per 1 Mei 2018 pemblokiran akan menyeluruh, termasuk penggunaan layanan data internet.

“Maka selama blokir atau penghentian total belum dilakukan, pengguna masih bisa menyusul melakukan registrasi,” kata Ramli.

Dia membenarkan masih ditemukan hambatan bagi pelanggan yang gagal melakukan registrasi karena data NIK dan KK tidak sinkron. “Karena itu, saya sebetulnya mengimbau masyarakat untuk diperbaiki saja di Dukcapil,” ujar Ramli.

Kepala Bidang Teknologi Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Agung Harsoyo mewakili BRTI mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang sudah melakukan registrasi ulang nomor prabayar ponsel. Agung memastikan BRTI akan melakukan evaluasi atas kebijakan ini.

Sudah Registrasi

305 juta *)

Telkomsel: 142 juta

Indosat: 101 juta

XL: 42 juta

Smartfren: 13 juta

Tri: 5,3 juta

STI: 900 ribuan.

*) Jumlah nomor pelanggan yang telah diregistrasikan sampai Rabu (28/2) pukul 12.52 WIB.

Sumber: Kementerian Komunikasi dan Informatika

 

**disarikan dari republika.co.id dan kompas tekno serta berbagai media lainnya

Related posts

Leave a Comment